Kamis, 19 Juni 2025

Kabar Timur Tengah

 Berdasarkan laporan dari Reuters, Al Mayadeen, Mehr News, dan beberapa media regional, informasi tersebut benar: dalam sebuah panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) secara tegas menyatakan bahwa:


Saudi berdiri bersama rakyat Iran dan siap memberikan dukungan diplomatik penuh.  


Ia juga menegaskan bahwa “seluruh dunia Islam bersatu mendukung Iran” dalam menghadapi agresi Israel.  



Demikian pula dilaporkan oleh Al Mayadeen: “Islamic world backs Iran in call with Pezeshkian” .


Namun, konteksnya penting:


Pernyataan ini terkait dengan serangan Israel terhadap Iran baru-baru ini.


Saudi berusaha mencegah eskalasi konflik dan keterlibatan langsung AS melalui tekanan diplomatik, serta menawarkan dukungan moral dan politik kepada Iran, bukan dukungan militer langsung.  




---


✅ Kesimpulan:


Informasi yang beredar itu benar adanya, namun bentuk dukungan yang disebut “seluruh dunia Islam siap bersatu mendukung Iran” lebih berupa dukungan diplomatik dan solidaritas politik, buk

an komitmen militer.

Rabu, 26 Januari 2022

Cara Agar Hati Tenang Dalam Islam

Dalam hidup, setiap manusia pasti memiliki kesedihan dan masalahnya masing-masing. Ada yang diberi masalah yang berat, ada juga yang biasa-biasa saja. Tidak sedikit dari masalah hidup itu membuat seseorang menjadi tidak tenang; menjadi resah, gelisah, stres, sampai mengalami gangguan tidur. Mereka yang merasa bahwa masalah hidup yang mereka miliki terlalu besar, hingga kemudian nekat melakukan hal-hal yang tidak seharusnya benar untuk dilakukan. Semua itu mereka perbuat hanya demi bisa menghindari masalah tersebut; bukan mengatasi.





Kegelisah serta ketidaktentraman hati menjadikan orang mudah dipengaruhi oleh bujuk rayu iblis hingga terjerumus ke dalam perbuatan maksiat. Padahal, tiada ada Allah memberikan cobaan kepada hamba-Nya melainkan sesuai dengan kemampuan untuk menghadapi. Orang-orang yang mudah menyerah sesungguhnya hanya merugikan kepada diri mereka sendiri. Untuk itu, sangat penting untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan raga agar bisa menghadapi segala macam cobaan hidup di dunia ini.




Di dalam Islam sendiri diajarkan cara untuk kita bisa mendapatkan hati yang tenang sehingga dalam berbuat sesuatu tidak akan merasa tertekan maupun gelisah. Berikut akan dijelaskan bagaimana cara agar membuat hati kita menjadi tenang sehingga dalam menghadapi masalah pun kita masih bisa bersikap optimis:


1.Dzikir
Dzikir berarti kita selalu mengingat Allah dalam setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan. Tidak ada yang paling bisa membuat hati kita menjadi lebih baik kecuali selalu mengingat kepada Maha Pencipta. Tanamkan dalam diri untuk senantiasa berdzikir baik dalam lisan maupun perbuatan, sehingga apa yang kita perbuatan adalah berdasarkan kepada mengharap ridha Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman yang artinya;

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Q. S Ar-Ra’du : 28).

2.Shalat
Shalat yang dimaksud selain shalat wajib lima waktu juga baik bagi kita untuk memperbanyak shalat sunnah. Karena melalui shalat, merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri sekaligus dapat berkomunikasi kepada Allah SWT. Shalat juga bisa mengobati berbagai jenis penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, termasuk untuk mendapatkan ketenangan jiwa.

Shalat yang dilakukan secara benar dan khusyu’ akan membantu membuat hati menjadi lebih tenang. Selepas shalat kita juga bisa mengadu kepada Allah tentang segala keluh kesah kita, sekaligus berdo’a agar dipermudah dalam menghadapi masalah hidup. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan.” (Q. S. Al-Fatihah : 5).

3.Sabar
Ketika menghadapi masalah, ingatlah kalau semua itu diberikan oleh Allah bukan untuk menyulitkan kita, melainkan untuk menguji iman dan taqwa kita. Ketika kita sadar akan hal tersebut, yang perlu kita lakukan ialah bersabar dalam menghadapi segala macam permasalahan dan cobaan yang diberikan. Allah SWT berfirman yang artinya;


“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah : 153).

Dengan bersabar, insya Allah kita bisa menghadapai segala sesuatunya dengan lebih tenang.



Sebenarnya Masih Banyak Lagi Di Dalam Agama Islam 




Rekomendasi Zikir Nabi Muhammad SAW





  1. Zikir Setelah Sholat

Setelah melakukan sholat dianjurkan untuk tidak langsung berdoa tanpa adanya zikir terlebih dahulu.  Dianjurkan untuk melakukan zikir, lalu dilanjutkan dengan doa sesuai dengan keinginan masing-masing. Berikut urutan melakukan zikir setelah sholat :


  • Ucapkan istighfar sebanyak 3x.
  • Lanjutkan dengan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir, masing-masing sebanyak 33x.
  • Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahuu Laa Syariika Lah, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa’Alaa Kulli Syai’in Qadhr.
  • Allaahumma antas salaamu wa minkas salaamu wa ilaika ya’uduus salaamu fa hayyinaa rabbanaa bis salaami wa adkhinal- jannata daaras salaami tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikram.
  • Wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha ilaa huwar rahmaanur rahiim.
  • Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa radda limaa qadhaita wa laa yanfa’u dzal-jaddi minkal-jaddu.
  • Allaahu akbar kabiiraw wal-hamdu lillaahi katsiiraw wa subhaanallahi bukrataw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa’alaa kulli syai’in qadiir.
  • Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil ‘azhiim. Astagfirullaahal-‘azhiim.  


    1. Zikir Pagi dan Sore Hari

    Zikir di pagi bisa dilakukan setelah matahari terbit atau sekitar pukul 6-7 pagi, bisa juga dilakukan setelah melakukan sholat Dhuha. Sedangkan untuk zikir sore bisa dilakukan setelah sholat Ashar atau sebelum matahari terbenam. Berikut urutan bacaannya:

    • Awali dengan bismillah terlebih dahulu untuk mengawali
    • Dilanjutkan dengan membaca “A’uudzu billahi mina syaitooni rrojim”
    • Al-Fatihah
    • An-Naas
    • Al-Falaq
    • Al-Ikhlas

    Setelah membaca urutan zikir di atas, Sahabat Muslim bisa menambahkan bacaan surat lain yang untuk menambah amal. Selesai melakukan zikir, jangan lupa untuk berdoa yang baik untuk keselamatan diri sendiri ataupun orang terdekat.

    Keutamaan Zikir Harian

    • Menguatkan Keimanan Seseorang

    Keutamaan pertama adalah dapat menguatkan keimanan seseorang menjadi lebih baik dan dapat dihindarkan dari hal-hal yang buruk. Seseorang menjadi tidak mudah tergoda dengan hal-hal yang menjerumuskan dan memberikan dampak buruk.


    Ketika keimanan seseorang kuat, maka orang tersebut akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan akan teringat Tuhan. Orang tersebut juga akan menjauhi hal-hal yang memang dilarang, contohnya seperti mencuri, mengkonsumsi minuman keras dengan tingkat alkohol tinggi, dan sebagainya.


    • Mensyukuri Pemberian-Nya

    Terkadang ketika seseorang sudah diberi rezeki dalam berbagai macam bentuk, orang tersebut lupa bahwa segala sesuatu dari Allah SWT dan tidak mensyukurinya. Salah satu cara untuk mengingatkan pemberian dari Allah SWT adalah melalui zikir secara rutin.


    Dalam zikir yang dilakukan, ada yang berisikan doa atau ucapan untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya. Jika Sahabat Muslim ingin menambahkan ucapan lain dalam bahasa Indonesia juga bisa asalkan dengan sungguh-sungguh.



    •  Mendekatkan Diri Kepada Pencipta

    Kehidupan seorang muslim di dunia tentu tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT dan Sahabat Muslim harus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, salah satunya melalui zikir ini.


    Ini karena zikir dianggap sebagai amalan yang baik di mata Allah SWT, sehingga orang-orang yang mengamalkannya secara tidak langsung akan dekat kepada Sang Pencipta. Namun, pastikan Sahabat Muslim sekalian melakukannya dengan niat baik, tanpa pengharapan yang terlalu tinggi.


    • Menaikkan Derajat Seorang Muslim

    Ada banyak cara untuk meningkatkan derajat seorang muslim di hadapan Sang Pencipta dan salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah melakukan zikir. Terlebih jika orang tersebut melakukannya dengan hati yang tenang tanpa adanya paksaan, maka akan dinaikkan derajatnya.


    Ini juga sudah dijelaskan di HR Ahmad, Tarmidzi, Ibnu Majah yang intinya adalah amalan paling suci dan baik di sisi Tuhan untuk menaikkan derajat adalah zikir. Perbanyaklah zikir dan iringi dengan doa keinginan masing-masing, karena Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.


    • Berlindung Dari Godaan Setan dan Keburukan

    Hidup di dunia ini tidak terlepas dari banyaknya godaan yang akan terus menghampiri seseorang. Jika keimanan dan ketaqwaan seseorang tidak kuat, bisa saja orang tersebut melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.


    Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut dan mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah zikir, baik itu setelah sholat ataupun di pagi dan sore hari. Dalam zikir di atas, terdapat doa agar Sahabat Muslim sekalian dapat dihindarkan dari godaan setan dan hal buruk lain.


    • Berisikan Harapan dan Tujuan Mulia

    Banyak orang yang mengatakan bahwa ucapan adalah sebuah doa dan ini juga berlaku di sini. Setiap zikir yang Sahabat Muslim lakukan, kemudian diiringi doa yang berisi harapan dan tujuan mulia, merupakan amalan yang baik di mata Allah SWT.


    Amalan baik inilah yang akan didengar oleh Allah SWT dan bisa saja dijawab pada waktu yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Jika harapan dan tujuan Sahabat Muslim belum dikabulkan, maka harus bersabar dan menunggu sampai tangan Tuhan bekerja pada wawaktunya


    Dari penjelasan zikir harian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa zikir bisa digunakan untuk menambah amal ibadah seseorang dan mendapatkan beberapa keutamaan penting. Siapa saja yang mengamalkannya, maka akan mendapatkan hidayah dari-Nya.


    Senin, 24 Januari 2022

    ROTIB AL HADDAD



     Berikut ini adalah teks lengkap Ratib Al-Haddad yang ditulis dan dikarang oleh Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad.


    Ratib Al-Haddad muncul pada saat daerah shahibur ratib, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, tengah dilanda banyak kerusuhan, perampokan, dan peperangan.


    Karena itu Habib Abdullah Al-Haddad menyusun sebuah rangkaian doa mohon keselamatan yang kini dikenal dengan Ratib Al-Haddad. Ini ratib yang dimaksud. Silakan dibaca dan diamalkan.


    - Ratib Al-Haddad - 


    رَاتِبُ الْحَدَّادِ

    ( ِلْحَبِيْب عَبْدِ الله بْنِ عَلَوِي الْحَدَّاد)


    الْفَاتِحَة : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ آمِيْنِ


    اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤدُه حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ. آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ


    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    (x3) سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ


     سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ (x3) 


    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (x3)


    اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (x3)


    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (x3)


    بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (x3)


    رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا (x3)


    بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ (x3)


    آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا (x3)


    يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا (x3)


    ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ (x7)


    ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْنُ اكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (x3)


    أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (x3)


    يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ يَا سَمِيعُ يَا بَصِيْرُ يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ (x3)


    ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (x3)


    أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ (x4)




    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (x25)


    مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيِنَ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الأَكْرَمِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ. وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (x25)


    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِي بَاعَلَوِي وَأُصُولِهِ وَفُرُوعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)


    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا أَنَّ اللهَ يَحْمِيْنَا بِحِمَايَتِهِمْ وَيُمِدُّنَا بِمَدَدِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)


    اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلَوِي بْنِ مُحَمَّدٍ الْحَدَّادِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)


    اَلْفَاتِحَةَ أَنَّ اللهَ يُغِيْثُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيُفَرِّجُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ وَيَشْفِيْ أَمْرَاضَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْعَافِيَةِ وَيُغَزِّرُ أَمْطَارَهُمْ وَيُرَخِّصُ أَسْعَارَهُمْ وَيُصْلِحُ سَلاَطِيْنَهُمْ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْفِتَنِ وَ الْبَلِيَّاتِ وَ الْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ يَحْفَظُ الْحُجَّاجَ وَ الْمُسَافِرِيْنَ وَ الْغُزَاةِ وَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَ الْجَوِّ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يُصْحِبُهُمُ السَّلاَمَةَ وَ يَرُدُّهُمْ إِلَى أَوْطَانِهِمْ سَالِمِيْنَ آمِنِيْنَ غَائِمِيْنَ وَ إِيَّانَا فِيْ خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَ وَ وَالِدِيْكُمْ وَ أَمْوَاتِنَا وَ أَمْوَاتِكُمْ وَ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَتَغَشَّاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَ الْمَغْفِرَةِ وَ يُسْكِنُهُمُ الْجَنَّةَ وَ يَخْتِمُ لَنَا وَلَكُمْ بِالْحُسْنَى فِيْ خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)


    بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْرِ. وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي دِيْنِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَاَهْلِيْنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَ فِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ، إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ، وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَمُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيْرٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


    اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (x3)


    يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَ عَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَ كُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (x3)


    يَا الله بِهَا يَا الله بِهَا يَا الله بِحُسْنِ الخْاَتِمَةِ (x3)


    يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ اُلْطُفِ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (x3)


    يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ (x3)


    جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا خَيْرًا، جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا مَا هُوَ أَهْلُهُ (x3)


    الْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى نِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَ الإِسْلاَمِ وَ تَوْفِيْقِهِ وَكَفَى بِهَا مِنْ نِعْمَةٍ

    Cara Terbaik Menjadi Muslimah Sejati


    Cara Terbaik Menjadi Wanita Muslimah Sejati



    Menjadi Muslimah SejatiDalam memerankan perannya sebagai seorang Wanita, terkadang banyak Wanita yang mengisi setiap warna gerak hidupnya dengan tidak memperhatikan kaidah-kaidah dalam berpakaian maupun berperilaku. Padahal ketika kita melihat setiap aturan-aturan atau syariat dalam agama Islam, kita haruslah menjaga semua itu, terkhusus wanita yang mengaku dirinya sebagai Muslimah. Nah, maka dari itu, saya menyiapkan beberapa cara Menjadi Wanita Muslimah Sejati dengan mengikuti syariat agama Islam, baik dalam berpakaian maupun dalam berperilaku. Karena sesungguhnya kita hidup bukan sekedar hidup tanpa adanya aturan yang mengikat, kita hidup bukan sekedar hidup kemudian merasa hambar dengan kehidupan kita dengan tidak adanya aktifitas-aktifitas yang di Ridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’la.



    Berpakaian yang Baik dan Sopan

    Maksudnya adalah berpakaian sesuai syariat-syariat dalam islam, berpakain yang Syar’i.

    1. Memakai Jilbab (Baju) Syar’i

    Inilah yang di maksud dengan jilbab, yang kebanyakan kita kenal bahwa jilbab itu adalah yang kita pakai di kepala, padahal jlbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Memakai Jilbab disini artinya yang Longgar, tidak tipis dan tidak Transparan Sebagaimana dalam Q.S. Al-Ahzab : 59: 

    ‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min; “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.’ 

    Let's go Menjadi Muslimah Sejati dengan mengamalkannya


    2. Memakai Kerudung Syar’i

    Kerudung disini maksudnya adalah menutupi dari ujung kepala hingga dada. Maksudnya adalah yang tidak tipis atau transparan sebagaimana Jilbab.

    3. Menutupi Kaki (memakai Kaos kaki)

    Karena sesungguhnya batas Aurat Wanita adalah dari ujung kepala hingga kaki kecuali tangan dan Muka.


    Berahlak Yang Baik

    Selain dari berpakaian, Cara Menjadi Muslimah Sejati juga dari Akhlak. Sebagaimana kita ketahui bahwa akhlak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Budi pekerti atau Kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari Bahasa Arab yang biasa berartikan tabiat, perangai kebiasaan, bahkan agama, namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu Khuluk yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam ayat 4.

    Ada beberapa macam Akhlak.

    a. Akhlak kepada Allah

    Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan Melainkan Allah. Dia Memiliki sifat-sifat terpuji; demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkau Hakikat-Nya.

    b. Akhlak kepada Rasulullah

    Kita juga di haruskan berakhlak kepada Rasulullah, dari beliaulah kita banyak mendapat warisan yang bisa kita wariskan lagi turun temurun kepada anak cucu kita. Salah satu caranya yaitu dengan menghidupkan Sunnah Rasulullah, baik berupa perkataan maupun perbuatannya.

    c. Akhlak kepada Diri Sendiri

    Ada beberapa Akhlak terhadap diri sendiri, antara lain:

    - Berakhlak terhadap Jasmani

    Menjaga kebersihan diri (karena kebersihan sebagian dari iman ), menjaga makan dan minum, tidak mengabaikan latihan jasmaninya, mempunyai rupa diri yang baik (eitsss bukan berarti harus cantik dan ganteng yaa… hihi. Ini berarti kita harus rapi) apalagi mau Menjadi Wanita Muslimah Sejati

    - Berakhlak terhadap Akalnya

    Memenuhi akalnya dengan ilmu kemudian menguasai ilmu itu. Jadi Mulimah itu harus Cerdas ya Sahabat.

    - Berakhlak terhadap Jiwa

    Jiwa harus dibersihkan. Pembersihan jiwa bebeda dengan pembersihan jasad.

    Beberapa cara membersihkan jiwa adalah sebagai berikut:

    · Bertaubat

    · Bermuqarabah

    · Bermuhasabah

    · Bermujahadah

    · Memperbanyak Ibadah

    · Menghadiri Majlis Iman 

    d.Akhlak kepada Sesama Manusia

    Setiap orang hendaknya di dudukkan secara wajar.

    Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Q.S. Al-Baqarah {2} : 263).

    Artinya kita harus menjaga setiap perasaan sesama manusia, baik itu dari perkataan kita maupun perbuatan.

    e. kepada Lingkungan (Alam Semesta)

    Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik itu tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an terhadap Lingkungan bersumber dari fungsi Manusia sebagai seorang Khalifah. Manusia tidak dibenarkan dalam melakukan perusakan, baik Tumbuh-tumbuhan maupun binatang.

     TERIMAKASIH

    PENGERTIAN AIR ZAM ZAM


    Pengertian Air ZAM ZAM 



     Pengertian Air Zam – Zam Dan Sejarah Singkatnya

    Zam-zam adalah sumur yang terletak di Masjidil Haram dan sering juga disebut sumur Ismail. Kata zam-zam berasal dari bahasa Arab yang berarti mengumpulkan, menjaga, sesuatu yang didengar suaranya dari kejauhan, melimpah ruah, dan meminum seteguk air.


    Sumur zam zam ini awal mulanya adalah satu – satunya sumber mata air di kota Mekkah. Telaga air zam zam ini berada sekitar 20 meter ke kiri dari Masjidil Haram, terdapat semacam terowongan yang didalamnya terdapat sumur air zam zam yang sudah ditutup dengan pagar kaca dan didalamnya pun sudah terpasang pipa modern untuk mengalirkan air zam zam.


    Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar. Banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang, hal ini sebagai konsekuensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS yang kala itu beliau ditinggalkan oleh suaminya (Ibrahim), dan sumur zam-zam dipancarkan sumber airnya oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah Swt.

    Atas dasar keimanan yang mendalam dan tulus kepada Allah Swt, serta keyakinan yang mantap yang ada pada diri Siti Hajar, maka Allah Swt memuliakan beliau dengan memancarkan air zam-zam ditengah bebatuan padang pasir yang gersang. Rasulullah saw bersabda :


    Telah menceritakan kepada kami Umar ibn Hasan ibn Ali, dari Muhammad ibn Hisyam ibn Isa al-Marwazi, dari Muhammad ibn Habib al-Jarudi, dari Sufyan ibn ‘Uyaynah, dari ibn Abi Najih, dari Mujahid, dari ibn Abbas, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air zam-zam (orang dapat memohon sesuatu) untuk setiap air yang diminumnya, jika kamu meminumnya untuk (maksud) berobat dengannya, maka Allah akan menyembuhkanmu, jika kamu meminumnya untuk (maksud) membuat kenyang kamu, maka Allah akan mengenyangkanmu dengannya, jika kamu meminumnya untuk (maksud) menghilangkan rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkannya, dan ia (air zam-zam) adalah berasal dari pukulan kuat jibril dan sumber air (minum) Allah untuk Isma’il. (H.R Imam Ad-Daraqutni )


    Air zam-zam banyak dipakai untuk obat bagi beragam penyakit, serta umat Islam yang pernah berkunjung ke Makkah telah membuktikan kebenarannya. Untuk meminum air tersebut juga harus menggunakan beberapa adab, diantaranya yaitu:


    • Mengambilnya dengan tangan kanan
    • Menghadap kiblat
    • Sebelum minum membaca basmalah
    • Boleh meminum air tersebut dengan berdiri maupun duduk
    • Bernafas tiga kali, lalu berhenti sejenak jika ingin meminumnya kembali

    Keutamaan Meminum AIR Zam – Zam
    pengertian-air-zam-zam



    Setiap air pasti memiliki keutamaan dan manfaatnya masing masing, tak terkecuali air zam zam. Namun disini, pengertian air zam zam juga memiliki keutamaan serta manfaat yang jauh lebih besar dibanding dengan air biasa pada umumnya. Sebagaimana Rasulullah saw pernah bersabda :

    Telah menceritakan kepada kami Hisyam Ibn Ammar, dari Al Walid Ibn Muslim, dari Abdullah Ibn Mu`ammal, dari Abu Az Zubair, dari Jabir Ibn Abdullah radliallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air Zamzam (berkhasiat) sesuai dengan niat (tujuan) diminum (oleh penggunanya).” ( H.R Ibnu Majah )


    1. Regenerasi Kulit Mati
    Di bidang kecantikan air zam – zam bisa membantun pergantian sel – sel kulit mati lantas di ubah dengan sel – sel kulit baru. Perubahan sel kulit mati mempunyai tujuan untuk membuat cerah kulit muka serta jadikan kulit muka kenyal seperti bayi. Pergantian dengan memakai air zam- zam ini cukup hanya membasuk muka dengan air zam – zam.

    2. Mengampuni Dosa – Dosa
    Rasulullah SAW. Bersabda, “Siapa yang mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali (tawaf), sholat di belakang makam Ibrahim, dan meminum air zamzam niscaya akan diampuni semua dosanya,” (H.R al Wahidi).

    3. Mengobati Segala Macam Penyakit
    Rasulullah SAW Bersabda, “Air zamzam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian jibril dan siraman Allah kepada Ismail” (H.R Ibnu Abbas dan Al Hakim)

    4. Dapat Menghilangkan Kemunafikan
    Beliau bersabda, “Meminum air zamzam sampai puas bisa menghilangkan kemunafikan” (HR Ibnu Abbas)

    5. Dapat Membedakan Muslim dengan Orang Munafik
    Rasulullah SAW, bersabda “Yang membedakan kita dengan orang munafik ialah bahwa mereka tidak meminum dan merasakan air zamzam sampai puas” (HR Ibnu Majah)

    6. Terdapat Banyak Berkah

    Rasulullah SAW, bersabda “Ia (air zamzam) mengandung banyak berkah dan bisa menghilangkan rasa lapar” (HR Ahmad)

    7. Sebagian dari Ibadah
    Rasulullah SAW, bersabda “Melihat air zamzam adalah ibadah, ia (air zamzam) dapat menghapus berbagai dosa dan kesalahan, dan salah satau keutamannya adalah bahwa barangsiapa yang memercikannya ke kepala tiga kali maka dia tidak akan terkena penyakit” (HR al Fakihi)

    Demikian penjelasan singkat mengenai air zam zam. Sungguh luar biasa Allah memberitahukan serta membuktikan jelas keagungannya lewat air zam zam. Dengan mengetahui singkat mengenai air zam zam maka hendaknya kita senantiasa mempercayai dan meningkatkan sandaran dan ketergantungan kita kepada Allah SWT yang menguasai dan mengatur segala isinya.


    TERIMA KASIH 






    Kabar Timur Tengah

     Berdasarkan laporan dari Reuters, Al Mayadeen, Mehr News, dan beberapa media regional, informasi tersebut benar: dalam sebuah panggilan tel...