Rabu, 26 Januari 2022
Cara Agar Hati Tenang Dalam Islam
Rekomendasi Zikir Nabi Muhammad SAW
Zikir Setelah Sholat
Setelah melakukan sholat dianjurkan untuk tidak langsung berdoa tanpa adanya zikir terlebih dahulu. Dianjurkan untuk melakukan zikir, lalu dilanjutkan dengan doa sesuai dengan keinginan masing-masing. Berikut urutan melakukan zikir setelah sholat :
Zikir Pagi dan Sore Hari
Zikir di pagi bisa dilakukan setelah matahari terbit atau sekitar pukul 6-7 pagi, bisa juga dilakukan setelah melakukan sholat Dhuha. Sedangkan untuk zikir sore bisa dilakukan setelah sholat Ashar atau sebelum matahari terbenam. Berikut urutan bacaannya:
- Awali dengan bismillah terlebih dahulu untuk mengawali
- Dilanjutkan dengan membaca “A’uudzu billahi mina syaitooni rrojim”
- Al-Fatihah
- An-Naas
- Al-Falaq
- Al-Ikhlas
Setelah membaca urutan zikir di atas, Sahabat Muslim bisa menambahkan bacaan surat lain yang untuk menambah amal. Selesai melakukan zikir, jangan lupa untuk berdoa yang baik untuk keselamatan diri sendiri ataupun orang terdekat.
Keutamaan Zikir Harian
- Menguatkan Keimanan Seseorang
Keutamaan pertama adalah dapat menguatkan keimanan seseorang menjadi lebih baik dan dapat dihindarkan dari hal-hal yang buruk. Seseorang menjadi tidak mudah tergoda dengan hal-hal yang menjerumuskan dan memberikan dampak buruk.
Ketika keimanan seseorang kuat, maka orang tersebut akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan akan teringat Tuhan. Orang tersebut juga akan menjauhi hal-hal yang memang dilarang, contohnya seperti mencuri, mengkonsumsi minuman keras dengan tingkat alkohol tinggi, dan sebagainya.
- Mensyukuri Pemberian-Nya
Terkadang ketika seseorang sudah diberi rezeki dalam berbagai macam bentuk, orang tersebut lupa bahwa segala sesuatu dari Allah SWT dan tidak mensyukurinya. Salah satu cara untuk mengingatkan pemberian dari Allah SWT adalah melalui zikir secara rutin.
Dalam zikir yang dilakukan, ada yang berisikan doa atau ucapan untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan-Nya. Jika Sahabat Muslim ingin menambahkan ucapan lain dalam bahasa Indonesia juga bisa asalkan dengan sungguh-sungguh.
- Mendekatkan Diri Kepada Pencipta
Kehidupan seorang muslim di dunia tentu tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT dan Sahabat Muslim harus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, salah satunya melalui zikir ini.
Ini karena zikir dianggap sebagai amalan yang baik di mata Allah SWT, sehingga orang-orang yang mengamalkannya secara tidak langsung akan dekat kepada Sang Pencipta. Namun, pastikan Sahabat Muslim sekalian melakukannya dengan niat baik, tanpa pengharapan yang terlalu tinggi.
- Menaikkan Derajat Seorang Muslim
Ada banyak cara untuk meningkatkan derajat seorang muslim di hadapan Sang Pencipta dan salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah melakukan zikir. Terlebih jika orang tersebut melakukannya dengan hati yang tenang tanpa adanya paksaan, maka akan dinaikkan derajatnya.
Ini juga sudah dijelaskan di HR Ahmad, Tarmidzi, Ibnu Majah yang intinya adalah amalan paling suci dan baik di sisi Tuhan untuk menaikkan derajat adalah zikir. Perbanyaklah zikir dan iringi dengan doa keinginan masing-masing, karena Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
- Berlindung Dari Godaan Setan dan Keburukan
Hidup di dunia ini tidak terlepas dari banyaknya godaan yang akan terus menghampiri seseorang. Jika keimanan dan ketaqwaan seseorang tidak kuat, bisa saja orang tersebut melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
Salah satu cara untuk menghindari hal tersebut dan mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah zikir, baik itu setelah sholat ataupun di pagi dan sore hari. Dalam zikir di atas, terdapat doa agar Sahabat Muslim sekalian dapat dihindarkan dari godaan setan dan hal buruk lain.
- Berisikan Harapan dan Tujuan Mulia
Banyak orang yang mengatakan bahwa ucapan adalah sebuah doa dan ini juga berlaku di sini. Setiap zikir yang Sahabat Muslim lakukan, kemudian diiringi doa yang berisi harapan dan tujuan mulia, merupakan amalan yang baik di mata Allah SWT.
Amalan baik inilah yang akan didengar oleh Allah SWT dan bisa saja dijawab pada waktu yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Jika harapan dan tujuan Sahabat Muslim belum dikabulkan, maka harus bersabar dan menunggu sampai tangan Tuhan bekerja pada wawaktunya
Dari penjelasan zikir harian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa zikir bisa digunakan untuk menambah amal ibadah seseorang dan mendapatkan beberapa keutamaan penting. Siapa saja yang mengamalkannya, maka akan mendapatkan hidayah dari-Nya.
Senin, 24 Januari 2022
ROTIB AL HADDAD
Berikut ini adalah teks lengkap Ratib Al-Haddad yang ditulis dan dikarang oleh Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad.
Ratib Al-Haddad muncul pada saat daerah shahibur ratib, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, tengah dilanda banyak kerusuhan, perampokan, dan peperangan.
Karena itu Habib Abdullah Al-Haddad menyusun sebuah rangkaian doa mohon keselamatan yang kini dikenal dengan Ratib Al-Haddad. Ini ratib yang dimaksud. Silakan dibaca dan diamalkan.
- Ratib Al-Haddad -
رَاتِبُ الْحَدَّادِ
( ِلْحَبِيْب عَبْدِ الله بْنِ عَلَوِي الْحَدَّاد)
الْفَاتِحَة : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ آمِيْنِ
اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤدُه حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ. آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(x3) سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ (x3)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (x3)
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (x3)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (x3)
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (x3)
رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا (x3)
بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ (x3)
آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا (x3)
يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا (x3)
ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ (x7)
ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْنُ اكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (x3)
أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (x3)
يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ يَا سَمِيعُ يَا بَصِيْرُ يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ (x3)
ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (x3)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ (x4)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (x25)
مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيِنَ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الأَكْرَمِيْنَ الْمُهْتَدِيْنَ. وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (x25)
بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد. بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِي بَاعَلَوِي وَأُصُولِهِ وَفُرُوعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي، أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا أَنَّ اللهَ يَحْمِيْنَا بِحِمَايَتِهِمْ وَيُمِدُّنَا بِمَدَدِهِمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)
اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الشَّيْخِ الْكَبِيْرِ الْقُطْبِ الشَّهِيْرِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلَوِي بْنِ مُحَمَّدٍ الْحَدَّادِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ وَ عُلُوْمِهِمْ وَ نَفَحَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِِ. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)
اَلْفَاتِحَةَ أَنَّ اللهَ يُغِيْثُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ الْمُسْلِمِيْنَ وَيُفَرِّجُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ وَيَشْفِيْ أَمْرَاضَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْعَافِيَةِ وَيُغَزِّرُ أَمْطَارَهُمْ وَيُرَخِّصُ أَسْعَارَهُمْ وَيُصْلِحُ سَلاَطِيْنَهُمْ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْفِتَنِ وَ الْبَلِيَّاتِ وَ الْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ يَحْفَظُ الْحُجَّاجَ وَ الْمُسَافِرِيْنَ وَ الْغُزَاةِ وَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ وَ الْجَوِّ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يُصْحِبُهُمُ السَّلاَمَةَ وَ يَرُدُّهُمْ إِلَى أَوْطَانِهِمْ سَالِمِيْنَ آمِنِيْنَ غَائِمِيْنَ وَ إِيَّانَا فِيْ خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى أَرْوَاحِ وَالِدِيْنَ وَ وَالِدِيْكُمْ وَ أَمْوَاتِنَا وَ أَمْوَاتِكُمْ وَ أَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَتَغَشَّاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَ الْمَغْفِرَةِ وَ يُسْكِنُهُمُ الْجَنَّةَ وَ يَخْتِمُ لَنَا وَلَكُمْ بِالْحُسْنَى فِيْ خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَ عَافِيَةٍ وَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم. (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ)
بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. وَأَنْ تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْرِ. وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي دِيْنِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَاَهْلِيْنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَ فِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ، إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ، وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَمُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيْرٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (x3)
يَا عَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَ عَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَ كُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (x3)
يَا الله بِهَا يَا الله بِهَا يَا الله بِحُسْنِ الخْاَتِمَةِ (x3)
يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ اُلْطُفِ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (x3)
يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِيْنَ (x3)
جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا خَيْرًا، جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا مَا هُوَ أَهْلُهُ (x3)
الْحَمْدُ لِلّهِ عَلَى نِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَ الإِسْلاَمِ وَ تَوْفِيْقِهِ وَكَفَى بِهَا مِنْ نِعْمَةٍ
Cara Terbaik Menjadi Muslimah Sejati
Cara Terbaik Menjadi Wanita Muslimah Sejati
Menjadi Muslimah SejatiDalam memerankan perannya sebagai seorang Wanita, terkadang banyak Wanita yang mengisi setiap warna gerak hidupnya dengan tidak memperhatikan kaidah-kaidah dalam berpakaian maupun berperilaku. Padahal ketika kita melihat setiap aturan-aturan atau syariat dalam agama Islam, kita haruslah menjaga semua itu, terkhusus wanita yang mengaku dirinya sebagai Muslimah. Nah, maka dari itu, saya menyiapkan beberapa cara Menjadi Wanita Muslimah Sejati dengan mengikuti syariat agama Islam, baik dalam berpakaian maupun dalam berperilaku. Karena sesungguhnya kita hidup bukan sekedar hidup tanpa adanya aturan yang mengikat, kita hidup bukan sekedar hidup kemudian merasa hambar dengan kehidupan kita dengan tidak adanya aktifitas-aktifitas yang di Ridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’la.
Berpakaian yang Baik dan Sopan
Maksudnya adalah berpakaian sesuai syariat-syariat dalam islam, berpakain yang Syar’i.
1. Memakai Jilbab (Baju) Syar’i
Inilah yang di maksud dengan jilbab, yang kebanyakan kita kenal bahwa jilbab itu adalah yang kita pakai di kepala, padahal jlbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Memakai Jilbab disini artinya yang Longgar, tidak tipis dan tidak Transparan Sebagaimana dalam Q.S. Al-Ahzab : 59:
‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min; “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.’
Let's go Menjadi Muslimah Sejati dengan mengamalkannya
2. Memakai Kerudung Syar’i
Kerudung disini maksudnya adalah menutupi dari ujung kepala hingga dada. Maksudnya adalah yang tidak tipis atau transparan sebagaimana Jilbab.
3. Menutupi Kaki (memakai Kaos kaki)
Karena sesungguhnya batas Aurat Wanita adalah dari ujung kepala hingga kaki kecuali tangan dan Muka.
Berahlak Yang Baik
Selain dari berpakaian, Cara Menjadi Muslimah Sejati juga dari Akhlak. Sebagaimana kita ketahui bahwa akhlak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Budi pekerti atau Kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari Bahasa Arab yang biasa berartikan tabiat, perangai kebiasaan, bahkan agama, namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu Khuluk yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam ayat 4.
Ada beberapa macam Akhlak.
a. Akhlak kepada Allah
Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan Melainkan Allah. Dia Memiliki sifat-sifat terpuji; demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkau Hakikat-Nya.
b. Akhlak kepada Rasulullah
Kita juga di haruskan berakhlak kepada Rasulullah, dari beliaulah kita banyak mendapat warisan yang bisa kita wariskan lagi turun temurun kepada anak cucu kita. Salah satu caranya yaitu dengan menghidupkan Sunnah Rasulullah, baik berupa perkataan maupun perbuatannya.
c. Akhlak kepada Diri Sendiri
Ada beberapa Akhlak terhadap diri sendiri, antara lain:
- Berakhlak terhadap Jasmani
Menjaga kebersihan diri (karena kebersihan sebagian dari iman ), menjaga makan dan minum, tidak mengabaikan latihan jasmaninya, mempunyai rupa diri yang baik (eitsss bukan berarti harus cantik dan ganteng yaa… hihi. Ini berarti kita harus rapi) apalagi mau Menjadi Wanita Muslimah Sejati
- Berakhlak terhadap Akalnya
Memenuhi akalnya dengan ilmu kemudian menguasai ilmu itu. Jadi Mulimah itu harus Cerdas ya Sahabat.
- Berakhlak terhadap Jiwa
Jiwa harus dibersihkan. Pembersihan jiwa bebeda dengan pembersihan jasad.
Beberapa cara membersihkan jiwa adalah sebagai berikut:
· Bertaubat
· Bermuqarabah
· Bermuhasabah
· Bermujahadah
· Memperbanyak Ibadah
· Menghadiri Majlis Iman
d.Akhlak kepada Sesama Manusia
Setiap orang hendaknya di dudukkan secara wajar.
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Q.S. Al-Baqarah {2} : 263).
Artinya kita harus menjaga setiap perasaan sesama manusia, baik itu dari perkataan kita maupun perbuatan.
e. kepada Lingkungan (Alam Semesta)
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik itu tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an terhadap Lingkungan bersumber dari fungsi Manusia sebagai seorang Khalifah. Manusia tidak dibenarkan dalam melakukan perusakan, baik Tumbuh-tumbuhan maupun binatang.
TERIMAKASIH
PENGERTIAN AIR ZAM ZAM
Pengertian Air Zam – Zam Dan Sejarah Singkatnya
Zam-zam adalah sumur yang terletak di Masjidil Haram dan sering juga disebut sumur Ismail. Kata zam-zam berasal dari bahasa Arab yang berarti mengumpulkan, menjaga, sesuatu yang didengar suaranya dari kejauhan, melimpah ruah, dan meminum seteguk air.
Sumur zam zam ini awal mulanya adalah satu – satunya sumber mata air di kota Mekkah. Telaga air zam zam ini berada sekitar 20 meter ke kiri dari Masjidil Haram, terdapat semacam terowongan yang didalamnya terdapat sumur air zam zam yang sudah ditutup dengan pagar kaca dan didalamnya pun sudah terpasang pipa modern untuk mengalirkan air zam zam.
Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar. Banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang, hal ini sebagai konsekuensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS yang kala itu beliau ditinggalkan oleh suaminya (Ibrahim), dan sumur zam-zam dipancarkan sumber airnya oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah Swt.
Atas dasar keimanan yang mendalam dan tulus kepada Allah Swt, serta keyakinan yang mantap yang ada pada diri Siti Hajar, maka Allah Swt memuliakan beliau dengan memancarkan air zam-zam ditengah bebatuan padang pasir yang gersang. Rasulullah saw bersabda :
Telah menceritakan kepada kami Umar ibn Hasan ibn Ali, dari Muhammad ibn Hisyam ibn Isa al-Marwazi, dari Muhammad ibn Habib al-Jarudi, dari Sufyan ibn ‘Uyaynah, dari ibn Abi Najih, dari Mujahid, dari ibn Abbas, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air zam-zam (orang dapat memohon sesuatu) untuk setiap air yang diminumnya, jika kamu meminumnya untuk (maksud) berobat dengannya, maka Allah akan menyembuhkanmu, jika kamu meminumnya untuk (maksud) membuat kenyang kamu, maka Allah akan mengenyangkanmu dengannya, jika kamu meminumnya untuk (maksud) menghilangkan rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkannya, dan ia (air zam-zam) adalah berasal dari pukulan kuat jibril dan sumber air (minum) Allah untuk Isma’il. (H.R Imam Ad-Daraqutni )
Air zam-zam banyak dipakai untuk obat bagi beragam penyakit, serta umat Islam yang pernah berkunjung ke Makkah telah membuktikan kebenarannya. Untuk meminum air tersebut juga harus menggunakan beberapa adab, diantaranya yaitu:
- Mengambilnya dengan tangan kanan
- Menghadap kiblat
- Sebelum minum membaca basmalah
- Boleh meminum air tersebut dengan berdiri maupun duduk
- Bernafas tiga kali, lalu berhenti sejenak jika ingin meminumnya kembali
Kabar Timur Tengah
Berdasarkan laporan dari Reuters, Al Mayadeen, Mehr News, dan beberapa media regional, informasi tersebut benar: dalam sebuah panggilan tel...
