Cara Terbaik Menjadi Wanita Muslimah Sejati
Menjadi Muslimah SejatiDalam memerankan perannya sebagai seorang Wanita, terkadang banyak Wanita yang mengisi setiap warna gerak hidupnya dengan tidak memperhatikan kaidah-kaidah dalam berpakaian maupun berperilaku. Padahal ketika kita melihat setiap aturan-aturan atau syariat dalam agama Islam, kita haruslah menjaga semua itu, terkhusus wanita yang mengaku dirinya sebagai Muslimah. Nah, maka dari itu, saya menyiapkan beberapa cara Menjadi Wanita Muslimah Sejati dengan mengikuti syariat agama Islam, baik dalam berpakaian maupun dalam berperilaku. Karena sesungguhnya kita hidup bukan sekedar hidup tanpa adanya aturan yang mengikat, kita hidup bukan sekedar hidup kemudian merasa hambar dengan kehidupan kita dengan tidak adanya aktifitas-aktifitas yang di Ridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’la.
Berpakaian yang Baik dan Sopan
Maksudnya adalah berpakaian sesuai syariat-syariat dalam islam, berpakain yang Syar’i.
1. Memakai Jilbab (Baju) Syar’i
Inilah yang di maksud dengan jilbab, yang kebanyakan kita kenal bahwa jilbab itu adalah yang kita pakai di kepala, padahal jlbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Memakai Jilbab disini artinya yang Longgar, tidak tipis dan tidak Transparan Sebagaimana dalam Q.S. Al-Ahzab : 59:
‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min; “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.’
Let's go Menjadi Muslimah Sejati dengan mengamalkannya
2. Memakai Kerudung Syar’i
Kerudung disini maksudnya adalah menutupi dari ujung kepala hingga dada. Maksudnya adalah yang tidak tipis atau transparan sebagaimana Jilbab.
3. Menutupi Kaki (memakai Kaos kaki)
Karena sesungguhnya batas Aurat Wanita adalah dari ujung kepala hingga kaki kecuali tangan dan Muka.
Berahlak Yang Baik
Selain dari berpakaian, Cara Menjadi Muslimah Sejati juga dari Akhlak. Sebagaimana kita ketahui bahwa akhlak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Budi pekerti atau Kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari Bahasa Arab yang biasa berartikan tabiat, perangai kebiasaan, bahkan agama, namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu Khuluk yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Qalam ayat 4.
Ada beberapa macam Akhlak.
a. Akhlak kepada Allah
Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan Melainkan Allah. Dia Memiliki sifat-sifat terpuji; demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkau Hakikat-Nya.
b. Akhlak kepada Rasulullah
Kita juga di haruskan berakhlak kepada Rasulullah, dari beliaulah kita banyak mendapat warisan yang bisa kita wariskan lagi turun temurun kepada anak cucu kita. Salah satu caranya yaitu dengan menghidupkan Sunnah Rasulullah, baik berupa perkataan maupun perbuatannya.
c. Akhlak kepada Diri Sendiri
Ada beberapa Akhlak terhadap diri sendiri, antara lain:
- Berakhlak terhadap Jasmani
Menjaga kebersihan diri (karena kebersihan sebagian dari iman ), menjaga makan dan minum, tidak mengabaikan latihan jasmaninya, mempunyai rupa diri yang baik (eitsss bukan berarti harus cantik dan ganteng yaa… hihi. Ini berarti kita harus rapi) apalagi mau Menjadi Wanita Muslimah Sejati
- Berakhlak terhadap Akalnya
Memenuhi akalnya dengan ilmu kemudian menguasai ilmu itu. Jadi Mulimah itu harus Cerdas ya Sahabat.
- Berakhlak terhadap Jiwa
Jiwa harus dibersihkan. Pembersihan jiwa bebeda dengan pembersihan jasad.
Beberapa cara membersihkan jiwa adalah sebagai berikut:
· Bertaubat
· Bermuqarabah
· Bermuhasabah
· Bermujahadah
· Memperbanyak Ibadah
· Menghadiri Majlis Iman
d.Akhlak kepada Sesama Manusia
Setiap orang hendaknya di dudukkan secara wajar.
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Q.S. Al-Baqarah {2} : 263).
Artinya kita harus menjaga setiap perasaan sesama manusia, baik itu dari perkataan kita maupun perbuatan.
e. kepada Lingkungan (Alam Semesta)
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik itu tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an terhadap Lingkungan bersumber dari fungsi Manusia sebagai seorang Khalifah. Manusia tidak dibenarkan dalam melakukan perusakan, baik Tumbuh-tumbuhan maupun binatang.
TERIMAKASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar